Apakah teman – teman pernah merasakan, bahwa ada beberapa hal yang sangat misterius di alam ini? Bagaimana mungkin seekor ulat yang biasanya kita temui hidup di pohon, dapat menjadi seekor kupu - kupu yang bisa terbang bebas di udara? Bagaimana mungkin seekor ulat berbulu, cukup jelek dan kebanyakan dihindari orang, dapat menjadi seekor kupu – kupu yang mempunyai bulu yang sangat indah dan membuat banyak orang sangat kagum dengan keindahan kombinasi atau corak pada sayap kupu – kupu itu? Bagaimana mungkin seekor ulat yang bisa merusak pohon yang indah dengan “melucuti” daun pada pohon itu, dapat menjadi seekor kupu – kupu yang sangat elok ketika hinggap di daun bunga mekar tanpa “melucutinya”.
Saya tidak pernah mengamati secara langsung suatu proses seekor ulat berubah menjadi seekor kupu – kupu yang begitu misterius, bagi saya yang belum pernah melihat prosesnya, mendengar istilahnya saja waktu SMP yaitu metamorfosis (morph), sudah membuat saya membayangkan bagaimana indahnya proses seekor ulat berubah menjadi kupu – kupu yang sangat cantik! Hal tersebut menunjukkan besarnya suatu anugerah yang diberikan Allah melalui kreatifitas seni-Nya dalam kehidupan alam kita. Bagaimana dengan teman – teman apakah kalian pernah melihat secara langsung proses perubahan seekor ulat menjadi seekor kupu – kupu yang elok? Tentunya pasti terbersit pertanyaan di dalam hati teman – teman, apa maksud dan rencana Allah merubah seekor ulat menjadi seekor kupu – kupu? Saya pun pernah berpikir bahwa bisakah saya ber- “metamorfosis”, berubah yang seperti apa ya? Dan menjadi apa ya?
Muncul dari ingatan saya, ketika saya masih kanak – kanak yang aktif di sekolah minggu. Saya suka sekali menonton film sepulang dari sekolah minggu. Suatu film yang ditayangkan di televisi yang juga menjadi salah satu film kesayangan teman – teman waktu kecil adalah acara yang menampilkan sekelompok pahlawan remaja super yang disebut Mighty Morphin Power Rangers. Yang menjadi daya tarik film ini adalah kemampuan tokoh – tokohnya untuk ‘Morph’. ( kata ‘Morphin’ disini tidak ada hubungannya dengan ‘morfin’ obat terlarang ). Tokoh – tokoh dalam film ini adalah seorang biasa ( remaja biasa ), tetapi ketika mereka dibutuhkan, mereka akan berubah menjadi pahlawan super untuk membela keadilan. Teriakan mereka yang membentuk ciri khas sendiri adalah “Waktunya morphing!”, waktunya berubah, dan mereka akan mengalami suatu transformasi dengan melakukan hal – hal yang luar biasa.
Tentu saja, bukan cuma anak berumur enam tahun yang ingin morph. Keinginan untuk transformasi tersembunyi dalam setiap lubuk hati manusia. Dan kemungkinan untuk berubah adalah inti harapan. Ajakan Yesus pada Zakheus (Lukas 19) yang membuat hati zakheus tergerak untuk melakukan suatu perubahan yang dimulai dari dalam dirinya “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”, ini merupakan suatu contoh bahwa Yesus mempunyai pengaruh dalam membawa perubahan dalam diri Zakheus, boleh dikatakan bahwa siapakah Yesus? Yesus adalah anak Allah, kenapa Dia mau bergaul orang seperti Zakheus si pemungut cukai. Yesus mengetahui isi lubuk hati setiap orang yang mau mengalami perubahan yang di mulai dari dalam dirinya. Hal yang tidak mudah juga bagi Yesus untuk bergaul dengan seorang pemungut cukai, Yesus harus menanggung resiko ketika Dia bergaul dengan Zakheus. Semua orang bersungut – sungut dan berkata “Ia mau tingal di rumah orang berdosa.” Disini terlihat bahwa ketika kita membawa orang untuk sadar, inilah waktunya untuk melakukan perubahan dalam dirinya, juga menimbulkan resiko yang harus kita terima. Selain itu keberadaan Yesus dan Zakheus bukan lagi seperti orang yang baru kenal atau seperti tuan dengan seorang hamba, tetapi Yesus menganggap Zakheus adalah seorang partner yang dapat memberikan dampak bagi orang lain untuk berubah. Orang lain dapat melihat perubahan yang terjadi ketika Zakheus mengenal Yesus, ada suatu pengorbanan dalam dirinya ketika Zakheus ingin berubah dengan cara mengembalikan empat kali lipat dari hasil memeras banyak orang saat itu. Paulus berkata kita tidak boleh menjadi serupa dengan dunia di sekeliling kita tapi “berubah oleh pembaharuan budimu.”
Ketika perubahan terjadi, saya bukan hanya melakukan sesuatu seperti yang dilakukan Yesus; saya akan menemukan diri saya ingin melakukan itu. Perbuatan itu menarik bagi saya, masuk akal bagi saya. Saya bukan hanya berusaha melakukan apa yang benar; saya menjadi orang yang benar itu.
Seringkali ketika kita menyandang attribute bahwa kita sebagai astor dan sebagai mahasiswa, kita seringkali juga memposisikan diri kita sedang memakai “topeng”. Dengan kata lain kita tidak pernah berubah dari dalam diri kita, dan tidak menyadari bahwa ketika metamorfosis diri itu terjadi, sebenarnya kita sedang memberikan dampak bagi teman – teman mahasiswa lain. Terasa senang sekali ketika kita punya 2 “topeng”, sebagai astor kita dilihat sebagai manusia yang rohani, tetapi sebagai mahasiswa biasa kita dilihat sebagai manusia yang tidak rohani. Kerapkali secara tidak langsung ketika kita mulai bergaul dengan teman –teman mahasiswa lain, kita melepaskan dan meninggalkan “topeng1” dan kita memakai “topeng2”, begitu sebaliknya. Konsistensi ingin mengalami suatu perubahan yang dimulai dari dalam diri kita inilah yang kita perlukan supaya kita memberikan dampak dan pengaruh terhadap teman kita untuk berubah.
Sekali lagi, ketika kita ingin mengalami perubahan dari dalam dalam diri kita, hendaknya kita tidak memakai dua “topeng” tetapi memakai satu ”topeng” yang bisa kita pertanggungjawabkan. Seperti seekor ulat ketika berubah menjadi seekor kupu – kupu, apakah seekor ulat memakai topeng seekor kupu – kupu untuk menjadi seekor kupu – kupu? Tidak! Ia berubah secara keseluruhan dari dalam menjadi seekor kupu – kupu yang elok dan bisa terbang bebas.
Nah teman – teman, saat ini kalian sebagai calon astor yang dipersiapkan untuk pelayanan tutorial etika, pasti memiliki kekuatiran dalam hati. Kekuatiran itu banyak timbul karena terlalu banyak hal dalam diri kita yang seringkali kita rasa kurang. Nah inilah waktunya teman – teman mulai menyadari bahwa diperlukan banyak pembekalan (PPH dan PKV, Persekutuan Doa, KTB Pembekalan materi) untuk melengkapi kalian yang ingin morph.
Satu kegiatan di bulan Juni bertema “Chance begins inside” adalah Camp Astor 2007. Harapan dan tujuan yang tersimpan disini adalah mengajak teman – teman tahu bahwa pelayanan ini adalah pelayanan kita bersama yang bisa memberikan pengaruh dan dampak bagi teman – teman mahasiswa baru untuk meraih hidup yang berhasil dan bermakna. Jangan pernah kuatir, karena Allah selalu senantiasa menyertai kita dalam berproses.
Referensi :
- John Ortberg, The Life You’ve Always Wanted.
- Jerry Bridges, The Discipline of Grace.
Saya tidak pernah mengamati secara langsung suatu proses seekor ulat berubah menjadi seekor kupu – kupu yang begitu misterius, bagi saya yang belum pernah melihat prosesnya, mendengar istilahnya saja waktu SMP yaitu metamorfosis (morph), sudah membuat saya membayangkan bagaimana indahnya proses seekor ulat berubah menjadi kupu – kupu yang sangat cantik! Hal tersebut menunjukkan besarnya suatu anugerah yang diberikan Allah melalui kreatifitas seni-Nya dalam kehidupan alam kita. Bagaimana dengan teman – teman apakah kalian pernah melihat secara langsung proses perubahan seekor ulat menjadi seekor kupu – kupu yang elok? Tentunya pasti terbersit pertanyaan di dalam hati teman – teman, apa maksud dan rencana Allah merubah seekor ulat menjadi seekor kupu – kupu? Saya pun pernah berpikir bahwa bisakah saya ber- “metamorfosis”, berubah yang seperti apa ya? Dan menjadi apa ya?
Muncul dari ingatan saya, ketika saya masih kanak – kanak yang aktif di sekolah minggu. Saya suka sekali menonton film sepulang dari sekolah minggu. Suatu film yang ditayangkan di televisi yang juga menjadi salah satu film kesayangan teman – teman waktu kecil adalah acara yang menampilkan sekelompok pahlawan remaja super yang disebut Mighty Morphin Power Rangers. Yang menjadi daya tarik film ini adalah kemampuan tokoh – tokohnya untuk ‘Morph’. ( kata ‘Morphin’ disini tidak ada hubungannya dengan ‘morfin’ obat terlarang ). Tokoh – tokoh dalam film ini adalah seorang biasa ( remaja biasa ), tetapi ketika mereka dibutuhkan, mereka akan berubah menjadi pahlawan super untuk membela keadilan. Teriakan mereka yang membentuk ciri khas sendiri adalah “Waktunya morphing!”, waktunya berubah, dan mereka akan mengalami suatu transformasi dengan melakukan hal – hal yang luar biasa.
Tentu saja, bukan cuma anak berumur enam tahun yang ingin morph. Keinginan untuk transformasi tersembunyi dalam setiap lubuk hati manusia. Dan kemungkinan untuk berubah adalah inti harapan. Ajakan Yesus pada Zakheus (Lukas 19) yang membuat hati zakheus tergerak untuk melakukan suatu perubahan yang dimulai dari dalam dirinya “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”, ini merupakan suatu contoh bahwa Yesus mempunyai pengaruh dalam membawa perubahan dalam diri Zakheus, boleh dikatakan bahwa siapakah Yesus? Yesus adalah anak Allah, kenapa Dia mau bergaul orang seperti Zakheus si pemungut cukai. Yesus mengetahui isi lubuk hati setiap orang yang mau mengalami perubahan yang di mulai dari dalam dirinya. Hal yang tidak mudah juga bagi Yesus untuk bergaul dengan seorang pemungut cukai, Yesus harus menanggung resiko ketika Dia bergaul dengan Zakheus. Semua orang bersungut – sungut dan berkata “Ia mau tingal di rumah orang berdosa.” Disini terlihat bahwa ketika kita membawa orang untuk sadar, inilah waktunya untuk melakukan perubahan dalam dirinya, juga menimbulkan resiko yang harus kita terima. Selain itu keberadaan Yesus dan Zakheus bukan lagi seperti orang yang baru kenal atau seperti tuan dengan seorang hamba, tetapi Yesus menganggap Zakheus adalah seorang partner yang dapat memberikan dampak bagi orang lain untuk berubah. Orang lain dapat melihat perubahan yang terjadi ketika Zakheus mengenal Yesus, ada suatu pengorbanan dalam dirinya ketika Zakheus ingin berubah dengan cara mengembalikan empat kali lipat dari hasil memeras banyak orang saat itu. Paulus berkata kita tidak boleh menjadi serupa dengan dunia di sekeliling kita tapi “berubah oleh pembaharuan budimu.”
Ketika perubahan terjadi, saya bukan hanya melakukan sesuatu seperti yang dilakukan Yesus; saya akan menemukan diri saya ingin melakukan itu. Perbuatan itu menarik bagi saya, masuk akal bagi saya. Saya bukan hanya berusaha melakukan apa yang benar; saya menjadi orang yang benar itu.
Seringkali ketika kita menyandang attribute bahwa kita sebagai astor dan sebagai mahasiswa, kita seringkali juga memposisikan diri kita sedang memakai “topeng”. Dengan kata lain kita tidak pernah berubah dari dalam diri kita, dan tidak menyadari bahwa ketika metamorfosis diri itu terjadi, sebenarnya kita sedang memberikan dampak bagi teman – teman mahasiswa lain. Terasa senang sekali ketika kita punya 2 “topeng”, sebagai astor kita dilihat sebagai manusia yang rohani, tetapi sebagai mahasiswa biasa kita dilihat sebagai manusia yang tidak rohani. Kerapkali secara tidak langsung ketika kita mulai bergaul dengan teman –teman mahasiswa lain, kita melepaskan dan meninggalkan “topeng1” dan kita memakai “topeng2”, begitu sebaliknya. Konsistensi ingin mengalami suatu perubahan yang dimulai dari dalam diri kita inilah yang kita perlukan supaya kita memberikan dampak dan pengaruh terhadap teman kita untuk berubah.
Sekali lagi, ketika kita ingin mengalami perubahan dari dalam dalam diri kita, hendaknya kita tidak memakai dua “topeng” tetapi memakai satu ”topeng” yang bisa kita pertanggungjawabkan. Seperti seekor ulat ketika berubah menjadi seekor kupu – kupu, apakah seekor ulat memakai topeng seekor kupu – kupu untuk menjadi seekor kupu – kupu? Tidak! Ia berubah secara keseluruhan dari dalam menjadi seekor kupu – kupu yang elok dan bisa terbang bebas.
Nah teman – teman, saat ini kalian sebagai calon astor yang dipersiapkan untuk pelayanan tutorial etika, pasti memiliki kekuatiran dalam hati. Kekuatiran itu banyak timbul karena terlalu banyak hal dalam diri kita yang seringkali kita rasa kurang. Nah inilah waktunya teman – teman mulai menyadari bahwa diperlukan banyak pembekalan (PPH dan PKV, Persekutuan Doa, KTB Pembekalan materi) untuk melengkapi kalian yang ingin morph.
Satu kegiatan di bulan Juni bertema “Chance begins inside” adalah Camp Astor 2007. Harapan dan tujuan yang tersimpan disini adalah mengajak teman – teman tahu bahwa pelayanan ini adalah pelayanan kita bersama yang bisa memberikan pengaruh dan dampak bagi teman – teman mahasiswa baru untuk meraih hidup yang berhasil dan bermakna. Jangan pernah kuatir, karena Allah selalu senantiasa menyertai kita dalam berproses.
Referensi :
- John Ortberg, The Life You’ve Always Wanted.
- Jerry Bridges, The Discipline of Grace.
No comments:
Post a Comment