“Pergi memancing yuk!” pinta Moses kepada kakaknya. “Kok tumben, ada apa sih?” tanya si kakak sambil melirik ke arah Moses yang sedang kegirangan. “Haha, iya kak, kita khan tau kalau Bapak tuh seneng banget makan ikan. Nah, Moses pingin ngasih Bapak kejutan ikan dari hasil tangkapan Moses sendiri. Kakak mau ngebantuin khan?” rengek Moses dengan wajah agak memelas. Akhirnya si Kakak pun setuju melihat keinginan adiknya yang tulus. “Besok” jawabnya singkat.
Keesokan hari pagi-pagi benar, si Kakak membangunkan Moses. “Masih ngantuk kak!” teriak Moses. “Ayo bangun! Kita perlu mempersiapkan semuanya. Pergi ke pasar dulu untuk beli jangkrik (umpan ikan), ngambil pancingan di gudang, lalu…lho, kok masih duduk di situ? Ayo cepetan mandi, habis itu jangan lupa bawa topi biar nggak kepanasan dan siapkan lotion anti nyamuk biar nggak digigiti nyamuk.” ujar si Kakak seraya mendorong Moses ke kamar mandi.
Sembari duduk di toilet (eh..ngapain ya), Moses berceloteh, “Aduh, mancing ikan aja kok repot betul, harus bangun pagi, jalan ke pasar, kepanasan, apalagi berurusan dengan serangga yang notabene aku paling benci. Hii..jijik! Tapi, ah tak apo-apo lah, semua ini kulakukan demi Bapak tercinta..La..la..la..” Moses benyanyi dan bersiul-siul menikmati segarnya air mengaliri tubuhnya.
Tiba-tiba ia terdiam. Ada sesuatu yang melintas di kepalanya tanpa diundang. Langsung menerobos masuk ke ruang VVIP ingatannya. Dia berusaha keras mengernyitkan dahi dan “Aha! Suara Penabur edisi pertama artikel tentang memancing!”
(Oh..Moses itu Astor juga to!)
Agaknya kini Moses mulai mengerti sesuatu. Menjala Mahasiswa Baru hampir sama dengan memancing ikan. Perlu persiapan. Banyak tantangan. Menghadiahkan ikan untuk Bapak hampir sama dengan membawa Mahasiswa Baru kepada Bapa di surga. Penuh kerelaan. Limpah sukacita. “Moses! Lama sekali kau! Ntar kita kesiangan!” teriak si Kakak tepat di balik pintu kamar mandi. “Aduh, iya-iya sebentar lagi.” Dengan tergopoh-gopoh mengeringkan badan, Moses masih sempat berjanji dalam hati, “Bapa, Moses mau belajar sebaik-baiknya mempersiapkan diri jadi Astor. Moses nggak akan lagi bersungut-sungut dengan banyaknya pembekalan Astor. Moses tau itu semua baik juga buat Moses. Tolongin Moses ya Bapa. Amin. Eh, satu lagi Bapa! Moses minta diberkati supaya dapat ikan buat Bapak hari ini. Makasih Bapa...” (*)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment